Terekam Kamera! Harimau Sumatera Santai di Pinggir Jalan Pelalawan

By Admin


nusakini.com, Warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali dibuat waswas. Seekor Harimau Sumatera dilaporkan muncul lagi di lokasi yang sama, tak jauh dari permukiman penduduk.

Kemunculan terbaru si raja hutan itu viral usai diunggah akun Instagram @Infosorek. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun membenarkan laporan tersebut.

“Kami pagi ini juga menerima laporan baru, harimau sumatera kembali terlihat,” ujar Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Rabu (28/1).

Ujang menjelaskan, sejak laporan pertama sepekan lalu hingga Minggu (25/1), tim telah melakukan penghalauan serta pemantauan menggunakan camera trap dan drone thermal. Namun saat itu, keberadaan harimau tak terdeteksi.

“Informasi terbaru dari masyarakat menyebutkan harimau muncul lagi di titik yang hampir sama,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas resort dan seksi wilayah BBKSDA Riau langsung diterjunkan kembali ke lokasi untuk penanganan lanjutan.

“Tim sudah bergerak ke lapangan,” tegas Ujang.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seekor harimau duduk santai di tepi hutan, persis di pinggir jalan. Sejumlah warga yang berada di dalam mobil tampak terkejut dan memastikan bahwa sosok tersebut benar-benar harimau.

Sebelumnya, warga juga sempat merekam video yang memperlihatkan beberapa individu diduga anak harimau di wilayah yang sama. Video itu viral pada Senin (19/1) dan langsung direspons BBKSDA Riau dengan menurunkan tim mitigasi.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengungkapkan hasil identifikasi terbaru menunjukkan harimau tersebut berada di perbatasan kawasan hutan yang memang menjadi jalur pergerakan alami Harimau Sumatera.

“Jaraknya cukup dekat dengan permukiman warga, sekitar 200 sampai 300 meter,” kata Supartono, Selasa (20/1).

Dari hasil mitigasi, tim menemukan indikasi keberadaan lebih dari satu individu harimau. Bahkan kuat dugaan merupakan satu keluarga, terdiri dari seekor induk dan anaknya yang berusia sekitar 4 hingga 5 bulan.

“Di usia itu, anak harimau masih sangat bergantung pada induknya,” jelas Supartono.

Saat ini, tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, pihak PBPH terdekat, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan intensif.

“Fokus utama kami adalah menggiring kawanan harimau agar menjauh dari pemukiman dan kembali masuk ke kawasan hutan yang aman,” ujarnya.

Selain tindakan di lapangan, BBKSDA Riau juga mengimbau warga agar tidak merekam dan menyebarluaskan video penampakan harimau guna mencegah kepanikan dan hoaks.

Warga juga diminta tetap waspada, terutama saat fajar dan malam hari, mengamankan ternak, serta tidak beraktivitas sendirian di area terbuka.

“Jika melihat tanda-tanda keberadaan harimau, segera laporkan ke petugas,” pesan Supartono.

Ia menegaskan, seluruh upaya penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan manusia tanpa mengabaikan perlindungan satwa yang dilindungi.

“Tim akan tetap siaga di lokasi hingga kondisi benar-benar aman dan pergerakan harimau menjauh dari aktivitas warga,” pungkasnya. (*)